Selasa, 24 Februari 2009

Mekanisme dan pengobatan batuk

Batuk adalah ledakan nafas akibat rangsangan reseptor batuk guna memberika proteksi terhadap saluran nafas dan membersihkan saluran nafas dari gangguan benda asing. Batuk sebenarnya bukan penyakit, namun merupakan gejala adanya gangguan di saluran pernafasan. Gangguan pada saluran pernafasan ini menyebabkan reseptor batuk yang sebagian besar berada di laring, trakea dan karina(percabangan trakea). Pada sebagian besar negeri, batuk merupakan salah satu sebab pasien datang ke dokter. Oleh karena itu mengetahui mekanisme, patofisiologi dan penatalaksanaan batuk merupakan hal yang sangat penting bagi seorang tenaga medis.

MEKANISME BATUK

Pada epitelium lapisan pernafasan terdapat lapisan tipis mukus yang melapisi dan ia dinbersihkan oleh gerakan suatu ekskalator mukosilar. Batuk bertindak membersihkan saluran nafas ketika terlalu banyak benda-benda asing yang terhirup atau jika terdapat sejumlah lendir yang terlalu banyak. Selain hal yang tersebut diatas basuk bisa juga disebabkan oleh rangsangan bau, kontraksi saluran nafas(misal, pada asma) atau peradangan pada saluran nafas. Intinya semua yang bisa merangsang reseptor batuk akan menyebabkan batuk.
Batuk bisa juga disebabkan oleh kesengajaan. Namun, antara reflek dan kesengajaan mekanismenya sama. Batuk diawali dengan bernafas dalam kemudian diikuti oleh penutupan epiglotis. Kemudian, diafragma relaksasi disertai dengan kontraksi otot-otot yang berfungsi memperkecil rongga dada. Akibat mengecilnya rongga dada maka tekanan di rongga dada akan membesar. Maka ketika epiglotis membuka udara akan keluar dari saluran pernafasan dengan cepat sehingga mampu membersihkan kotoran-kotoran.

Pengobatan Batuk.

Setelah kita memperhatikan pembahasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Namun, ada beberapa indikasi yang menunjukkan batuk yang kita derita adalah abnormal. Indikasi yang paling penting adalah penyebab batuk, ada tidaknya sekret yang menyertai batuk dan durasi lamanya batuk. Jika batuk bersifat kering (tidak ada sekret) maka kita dapat menekan batuk dengan memberikan antitusif. Namun, jika ada sekret maka kita tidak boleh memberikan antitusif karena dikhawatirkan akan terjadi sumbatan saluran pernafasan.
Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi batuk antara lain :
Antitusif : Bekerja menekan refleks batuk. Yang biasa digunakan antara lain kodein, noskapin dan dekstrometorfan.
Ekspektoran : Obat yang digunakan untuk merangsang batuk sehingga dahak dapat dikeluarkan supaya tidak menyumbat saluran pernafasan. Obat bebas yang sering digunakan gliseril guaikolat dan guaifenesin.
Mukolitik : Menurunkan viskositas mukus/dahak, sehingga memudahkan pengeluaran dahak. Digunakan pada dahak yang kental. Contoh mukolitik : N-asetilsistein, karbosistein, ambroksol, bromheksin dan mesistein.
Sumber: Farmakoterapi Penyakit Sistem Pernafasan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar